AJRAtma Jaya Radio

         

Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta ke-XI

Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta ke-XI atau yang akrab disebut Festival Ketandan kembali digelar pada tanggal 18-22 Februari 2016 yang berlokasi di Kampoeng Ketandan utara Pasar Beringharjo Yogyakarta. Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta merupakan acara rutin yang digelar setiap tahunnya untuk memperingati tahun baru imlek yang tepatnya pada tanggal 8 Februari kemarin menjadi hari perayaan tahun baru imlek yang ke 2567.

Seperti perayaan imlek pada umumnya, nuansa merah dan berhias lampion mulai terlihat dari sepanjang jalan Maliboro menuju kawasan Kampoeng Ketandan. Namun yang membedakan pekan budaya Tionghoa Yogyakarta pada kali ini adalah maskot yang menggambarkan zhio  monyet api yang merupakan zhio yang menaungi tahun ini dan terdapat tema yang berjudul ‘Meningkatkan Budaya Kebersamaan’.

IMG_2032

Suasana Pekan Budaya Tionghoa (dok.AJR)

Acara yang dibuka oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Kamis 18 Februari 2016 malam lalu tersebut dimulai dari pukul 17.00-22.00 WIB. Para pengunjung dapat menikmati dan memilih berbagai rangkaian acara yang disuguhkan melalui banner yang berisi jadwal pertunjukan yang dipasang dibeberapa titik dikawasan Kampoeng Ketandan tersebut. Salah satu rangkaian acara tersebut adalah lomba karoke lagu mandarin yang disuguhkan di panggung karoke.

Tidak hanya itu pengunjung juga bisa menikmati berbagai macam kuliner khas imlek, antara lain kue keranjang, lontong cap gomeh, durian cap gomeh, bandeng, dan masih banyak lagi. Selain itu juga terdapat gerai makanan kekinian yang dijajakan di festival tersebut, bahkan terdapat gerai yang menjual pernak-pernik hiasan imlek. Kemeriahan acara tersebut juga terlihat dari banyaknya pengunjung yang hampir memenuhi setiap sudut kampoeng ketandan. Kawasan yang memanjang dan luas membuat para pengunjung betah untuk berlama-lama menikmatisuasana yang kental akan budaya tionghoa tersebut. – BG

   

Comments are closed.