AJRAtma Jaya Radio

         

Hanging and Sharing, Sarana Temu Teman Gantung

Hijau pepohonan menyambut kedatangan kami dengan ramah.  Mata kami dimanjakan dengan keindahan alam yang ada, dan kami juga merasakan suasana yang sangat akrab dan hangat di dalam komunitas Hammockers Indonesia.

Pada tanggal 20 hingga 21 di bulan kedua tahun 2016 ini, komunitas Hammockers Indonesia kembali berkumpul bersama untuk yang keduakalinya di daerah Tahura, Bunder, Wonosari setelah perbincangan teman-teman Hamockers Indonesia regional DKI Jakarta. Sebelumnya, event pertama dilangsungkan di daerah Puncak Bintang Bukit Moko, Bandung. Acara tersebut terselenggara berkat kerjasama antara regional DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Mungkin untuk sebagian orang, komunitas ini masih asing di telinga. Komunitas ini adalah komunitas yang dibangun dari minat yang sama terhadap tempat tidur gantung atau yang biasa disebut hammock, dimana awalnya terbentuk lewat jejaring social Facebook. Mereka mengawali dengan berbagi info antara anggota satu dan yang lain tentang bagaimana cara memasang hammock yang baik dan benar, apa saja alat-alat yang dibutuhkan, dan lain-lain.

IMG_2012ou

Proses Pemasangan Hammock (dok. AJR)

Semakin hari, minat masyarakat terhadap grup Facebook tersebut meningkat, dan mereka memutuskan untuk melakukan kopi darat di Bogor yang diikuti oleh 8 orang. Kemudian kopi darat kedua di Mandala Wangi untuk membicarakan sistem regional dan peraturan-peraturan, lalu kopi darat ketiga di daerah Cikole Bandung. Saat kopi darat yang terakhir, komunitas ini berhasil memecahkan rekor dunia yakni pendirian Hammock Tower sebanyak 30 susun secara aman. Rekor ini mengalahkan Amerika yang sebelumnya hanya 18 susun saja.

IMG_2018

Suasana Acara Pembukaan (dok. AJR)

Acara yang dibuka secara resmi pada pukul 2 siang ini bertemakan “Hanging and Sharing”. Rio Candra Kusuma, wakil dari Hammockers Indonesia regional DKI Jakarta menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk menambah teman ngegantung dan juga untuk berbagi ilmu tentang hammock. Pada kali ini akan dibagikan ilmu tentang SRT atau Single Rope Technic dan juga ada pendirian Hammock  Tower berbentuk segitiga setinggi 6 tingkat serta dimeriahkan dengan berbagai macam games.

1456062283068

Hammock Tower yang berhasil didirikan pada tanggal 21 Februari 2016 kemarin.

 (dok :Hammockers Indonesia)

Untuk pemilihan tempat sendiri, ada 4 tempat yang pada awalnya akan dijadikan lokasi yakni Mangli, Kaliurang, Hutan Wanagama, dan Tahura. Menurut penuturan dari Ikram, perwakilan dari DIY dan Jawa Tengah ada bebera pasyarat yang harus dipenuhi untuk melaksanakan kegiatan ini.

“Hammock camp, yang jelas hammock camp  harus ada pohon, karena kalo nggak ada pohon kita mau ngegantung dimana ? Terus jarak pohon yang kedua. Kaliurang sebenernya ada banyak pohon, tapi kita cancel. Kenapa ? karena jaraknya yang nggak memadai. Jaraknya terlalu jauh. Nanti terlalu tegang hammocknya. Itulah kenapa kami memilih Tahura jadi tempat untuk hammock camp temen-temen dari DKI, DIY dan Jateng.”Ujarnya.

Menurut Ipey , salah satu anggota Hammockers Indonesia asal Kuningan yang sudah mengikuti acara ini dari gathering kedua di Mandala Wangi acara ini sangat menyenangkan dan bermanfaat. ”Enak sih banyak ketemu temen-temen baru, ya banyak pengalaman juga sih kaya dapet ilmu baru kaya cara masang yang bener, dan tidur yang bener.” Harapan Ipey, semoga ada gathering yang lebih besar lagi setelah ini.  – NPM

   

Comments are closed.