AJRAtma Jaya Radio

         

Mercusuara dalam Festival Musik Tembi 2017

Festival Musik Tembi (FMT) hadir kembali untuk yang ke tujuh kalinya. Pada tahun ini FMT mengangkat tema “Mercusuara”. ‘Mercu’ yang berarti tempat atau bagian tertinggi, sedangkan ‘Suara’ adalah bagian utama dari festival tersebut. Sehingga “Mercusuara” , dalam FMT 2017 menggambarkan semangat yang tinggi terhadap tatanan estetika yang luhur melalui ragam nada nusantara. Festival Musik Tembi dihelat di Tembi Rumah Budaya, Jl. Parangtritis km 8,4 Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, selama tiga hari yakni pada tanggal 18-20 Mei 2017.

Opening Ceremony FMT 2017 (foto: AJR)

Dalam Opening Ceremony yang berlangsung pada tanggal 18 Mei 2017 dihadiri oleh tokoh penting yang memberi sambutan dan turut meresmikan acara Festival Musik Budaya 2017. Salah satu penampilan pembuka dari para creator seni di bidang tarian yakni Sanggar Seni Saraswati Bali yang sangat menarik perhatian para pengunjung sehingga mendekat ke pendopo utama untuk menyaksikan lebih jelas. Rubah di Selatan tak kalah menarik untuk menjadi pengisi acara di hari pertama Festival Musik Tembi 2017, pengunjung turut ambil bagian dengan rela duduk lesehan di pendopo utama.

Penampilan Rubah di Selatan ( foto: Gregorius Bramantyo )

Selain menyuguhkan berbagai penampilan musik yang menarik, FMT 2017 juga menyediakan berbagai pernak-pernik musik dan marchendise serta tenant makanan tradisional seperti angkringan, wedang ronde, dan masih banyak lagi.

Sebulumnya, FMT 2017 mencari karya Musik Tradisi Baru dan bagi karya yang terpilih akan dipentaskan pada tanggal 19 Mei 2017 dan menjadi bagian dalam Album Kompilasi Musik Tradisi Baru 2017. Menurut Edho, koordinator FMT 2017, apresiasi para creator Musik Tradisi Baru sangat dinamis sekali, tanpa adanya prediksi selama tujuh tahun ini. Walaupun warna dan keunikan musik berbeda-beda tetapi hal tersebut yang akan memperkaya musik Indonesia. “Different makes Perfect”, tutur Mallinda, vokalis Rubah di Selatan. – AD

 

 

   

Comments are closed.