AJRAtma Jaya Radio

         

6 Permainan Tradisional yang Asik Banget

Di era milenial kini, beragam teknologi sudah makin canggih. Seperti yang kita ketahui bahwa dalam pertumbuhan teknologi yang cepat ini membawa dampak yang besar bagi kehidupan kita. Salah satu dampak yang muncul memengaruhi pola kebiasaan kita yang tentu saja membentuk kebudayaan baru, seperti budaya instan misalnya. Saat ini bukan hanya saja makanan yang dapat instan, segalanya menjadi instan, diantaranya proses pengiriman pesan, layanan antar jemput, dan masih banyak lagi. Budaya ini seakan-akan menghapuskan jarak tertentu yang terkadang menjadi suatu masalah. Memang kita harus dapat beradaptasi, menerima sesuatu yang baru dan terus mempelajarinya, tapi jangan sampe budaya baru ini menghapus budaya asli yang membentuk jati diri kita. Sangat diperbolehkan untuk bermain segala bentuk sosial media atau berbagai games yang dapat kamu unduh serta kamu mainkan di telepon genggam kamu, tapi sekali lagi jangan sampe menggagu kehidupan sosial kita. Nah kali ini kita akan bernostalgia tentang mainan tradisional khususnya yang ada di daerah Jawa Tengah – Jogja dan yang pasti berbagai permainan ini muncul sebelum kita mengenal gawai. Yuk kepoin!

  1. Gundhu

Masih ingatkah kamu cara bermain gundhu? Atau kamu sudah lupa gundhu itu apa? Yap! Gundhu adalah kelereng. Jaman dahulu sekitar tahun 2000an anak laki-laki sering berkumpul untuk bermain gundhu, bukan hanya sekedar bermain, mereka juga mengoleksi gundhu ini. Mitosnya, semakin dirawat semakin hebat permainan gundhu ini. Cara bermainnya mudah sekali, untuk menentukan siapa yang akan memulai pertama, setiap pemain haruslah melempar kelereng dengan batasan tempat tertentu. Kelereng pemain yang paling jauh lah yang dapat memulai permainan pertama. Permainan berlanjut dari setiap pemain, untuk mengalahkan pemain haruslah menembak kelereng pemain ke kelereng pemain lawan. Pemenang dari permainan kelereng ini adalah pemain yang masih mempunyai kelereng bertahan.

 

  1. Jamuran

Permainan selanjutnya adalah jamuran, biasanya jamuran dimainkan oleh anak-anak perempuan. Permainan ini dimulai dengan melakukan hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi jamur nya. Salah satu anak yang menjadi jamur berada di tengah dan dikelilingi oleh anak-anak lainnya sembari menyanyikan lagu “Jamuran yo gegethok, jamur opo yo gegethok, semprat semprit jamur opo mbakyu.” Selanjutnya anak yang menjadi jamur haruslah memilih jamur apa saja yang dia inginkan, supaya Ia dapat memindah posisinya untuk tidak menjadi jamur lagi.

  1. Cublak-cublak suweng

Cara memainkan cublak-cublak suweng juga hampir sama dengan jamuran. Diawali dengan hompipa untuk menentukan siapa yang jadi, lalu pemain yang jadi haruslah tidur terlungkup, sedangkan pemain yang lainnya duduk mengitari pemain yang jadi. Dibutuhkan pula koin pada permainan ini, lalu dengan koin tersebut para pemain yang duduk bernyayi “cublak-cublak suweng, suweng e teng gelenter mambu ketutudhung gudhel tak gento lela lelo, sopo ngguyu ndeleake sir sir pong dele bodong, sir sir pong dele bodong.” Para pemain yang duduk haruslah menyembunyikan koin tersebut, dan pemain yang jadi haruslah menebak untuk dapat menukar posisinya.

 

  1. Jethungan

Jethungan atau dalam Bahasa Indonesia disebut petak umpet. Hampir sama cara memulai dengan permainan lainnya. Petak umpet ini menggunakan hompimpa dan suit untuk menentukan yang jadi. Pemain yang jadi haruslah menutup matanya pada dinding dan menghitung angka yang telah ditentukan, sementara itu pemain yang lain bersembunyi. Selanjutnya, setelah selesai menghitung, pemain yang jadi haruslah mencari permain yang bersembunyi. Apabila pemain yang jadi dapat menemukan dan menangkap pemain yang bersembunyi, maka pemain yang tertangkap itulah yang menjadi pemain jadi selanjtnya.

 

  1. Benteng-bentengan

Inti utama dari permainan ini adalah menjaga benteng mereka. Benteng biasanya berupa dinding rumah atau tiang listrik. Selanjutnya pemain dibagi menjadi dua kubu, masing-masing kubu terdiri atas beberapa anggota. Cara memainkannya yakni dengan menyentuh. Untuk dapat memenangkan permainan ini, satu kubu harus menjaga bentengnya, tetapi juga harus menyentuh benteng lawan. Biasanya yang disentuh adalah para anggota nya dulu untuk menjadi sandra,  selanjutnya setelah para anggota habis barulah menyentuh benteng tersebut.

 

  1. Gobag Sodor

Gobag sodor memerlukan satu gambar persegi panjang besar di tanah yang berisi enam kotak, pemain yang diperlukan berjumlah sepuluh orang dibagi dalam dua kubu. Satu tim sebagai penjaga dan tim lain sebagai pemain, untuk menentuknnya digunakan koin yang dilempar. Tim yang bermain haruslah melewati kotak persegi panjang tersebut yang telah dijaga dan tidak boleh terkena pemain yang menjaga. Apabila terkena, hal yang terjadi adalah pergantian posisi, tim yang bermain menjadi tim yang menjaga dan sebaliknya. Untuk memenangkan permainan ini, seluruh pemain dalam tim haruslah melewati kotak tanpa terkena sentuhan dari penjaga sama sekali.

   

Comments are closed.