AJRAtma Jaya Radio

         

Tenun Bercerita: Merajut Cita Dengan Cinta

Sobat Atma! Kamu masih deket enggak nih sama kain tenun? Well, mungkin sudah tidak. But, kain tenun itu budaya Indonesia yang wajib banget kamu banggakan! Selain karena pembuatannya yang super sulit dan motifnya yang luar biasa rumit, kain tenun juga bisa jadi wadah bercerita atau juga menujukkan rasa cinta. Mau tahu gimana caranya, simak nih pengalaman dari teman-teman Universitas Atma Jaya Yogyakarta! Enjoyyy!

DOM Creative Lab dan juga Panglima Agency, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta mencoba untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan nilai dari sebuah kain tenun dalah suatu event “Tenun Bercerita: Merajut Cita Dengan Cinta”. Acara yang berlangsung selama 1 hari tersebut digelar pada tanggal 19 Mei 2018 pukul 16.00- 20.00 WIB yang bertempat di Indicology Cafe jalan Candrakirana 14, Sagan, Yogyakarta.

Tenun Bercerita adalah suatu event yang digelar dengan tujuan untuk memberikan apresiasi terhadap  para penenun dari kain yang mereka hasilkan. Cerita perjuangan dari  para penenun dalam proses pembuatan kain tenun dari benang hingga menjadi suatu kain ingin dibagikan kepada masyarakat sehingga mereka dapat mengetahui makna dan pengalaman tersendiri dalam proses pembuatan kain tenun. Bekerja sama dengan Lawe Indonesia sebagai suatu community social enterprise yang mentransformasikan produk kerajinan tradisonal menjadi produk fungsional dari kain tenun, DOM dan Juga Panglima Agency terinsprasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan nilai dari sebuah kain tenun dalam event tersebut.

Mengkombinasikan dua tema yaitu Satu Cerita Untuk Tenun dan Merajut Cinta Dengan Selembar Perca. Tema Satu Cerita Untuk Tenun merupakan campaign yang mengajak semua orang untuk memiliki pengalaman dan cerita tenun yang diimplementasikan dalam produk Bag’s and  Pouch Kota Gede Series. Melalui word of mouth, satu cerita dari seseorang dapat menyebar ke orang lain sehingga memberikan motivasi orang lain untuk tertarik membuat cerita dengan tenun. Sedangkan tema Merajut Cinta Dengan Selembar Perca menyampaikan bahwa berawal dari tenun kita dapat membantu sesama dan mempererat cinta kasih sesama umat manusia. Merajut Cinta Dengan Selembar Perca merupakan campaign yang diusung untuk membantu teman-teman komunitas Save Street Child Jogja melalui gelang yang berbahan dasar kain perca dari Lawe Indonesia dan dibuat oleh teman-teman volunteer pada workshop yang diadakan pada tanggal 29 April 2018 yang lalu. Komunitas tersebut merupakan kumpulan dari orang-orang yang peduli terhadap masalah anak jalanan yang fokus pada peningkatan perekonomian dan advokasi. Event ini memberikan kesan penggunaan bahan baku dari sisa kain menjadi sebuah barang yang bisa berguna bagi orang yang membutuhkan.

Dalam event Tenun Bercerita ini, para pengunjung disajikan pameran produk-produk tenun Bag’s and  Pouch Kota Gede Series dari Lawe Indonesia, yang diperagakan oleh model dalam suatu catwalk, terdapat juga photo story yang memamerkan foto-foto aktivitas pembuatan kain tenun. Pengunjung juga dibekali pemandu yang menjelaskan  setiap booth yang terdapat dalam event tersebut. Selain itu, terdapat booth  pewarnaan dimana pengunjung diajak untuk mencoba salah satu proses dalam pembuatan kain tenun yaitu proses pewarnaan. Rangkaian acara juga diisi dengan booth pameran gelang hasil karya volunteer dan juga produk Zero Waste Lawe. Ruang pameran juga diisi dengan barang dari kegiatan ekonomi kreatif dari komunitas Save Street Child Yogyakarta.  Selain itu juga terdapat beberapa cara hiburan lainnya seperti Contemporer Dance, Accoustic Perfomance, dan tarian daerah dari beberapa anak Save Street Child Yogyakarta.

Kegiatan berjalan dengan meriah dan harmonis dari pukul 16.00 hingga pukul 20.00. Event ini juga dikunjungi oleh perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Mereka mengikuti acara tersebut dari awal hingga akhir. Pada kesempatan yang ada, keduanya saling berbincang-bincang dan kagum dengan kisah kain tenun yang disajikan. Mereka juga berbincang-bincang dengan komunitas Save Street Yogyakarta karena kagum melihat karya anak-anak jalanan dengan membuat program ekonomi kreatif seperti pembuatan goodie bag dan kaos yang mereka jual untuk menambah pemasukan mereka. Para tokoh tersebut berharap masyarakat dapat memahami dan terus menghargai hasil karya bangsa yang dibuat oleh tangan sendiri.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami makna dari suatu kain tenun. Masyarakat juga mulai dapat menghargai suatu kain tenun dengan proses panjang yang ada di dalamnya. Cerita-cerita mengenai perjuangan pembuatan kain tenun diharapkan mampu dibagikan antar orang ke orang lainnya sehingga mereka dapat lebih bangga kepada kain tenun Indonesia. Kegiatan ini juga diharapkan mampu untuk membantu sesama sehingga mempererat cinta kasih antar sesama manusia.

   

Comments are closed.