AJRAtma Jaya Radio

         

Kecintaan Terhadap Jazz, Menghantarkan Sukses Bagi Tiga Sekawan

   Berangkat dari hobi serta ketertarikan yang sama terhadap musik jazz, Aji Wartono, Seto Murdiaso dan Agus Setiawan akhirnya membentuk suatu komunitas berbasis aliran musik jazz. Obrolan yang pada awalnya hanya sebatas perbincangan antar teman, mereka ubah menjadi hal yang lebih informatif dan inspiratif bagi khalayak umum.

   “Tujuan kami mendirikan komunitas ini, dengan maksud untuk lebih memasyarakatkan musik jazz di kalangan masyarakat”, tutur Aji salah satu pendiri komunitas jazz ini.

   Selain memiliki komunitas pecinta musik jazz, tiga sekawan ini juga memiliki media komunitas yang bernama Warta Jazz, The Ultimate Jazz Source, yang didirikan pada 8 Agustus 2000. Warta Jazz, The Ultimate Jazz Source merupakan komunitas jazz pertama yang berdiri di Yogyakarta.

   Pada awalnya, Warta Jazz muncul dalam bentuk tabloit. Akan tetapi, hal ini hanya berlangsung selama dua kali pencetakan. Setelah itu, Warta Jazz merubah bentuk penyampaian informasinya melalui media online,seperti blog, twitter, facebook, pinterest serta media sosial lainnya. Hal ini dikarenakan semakin meluasnya minat dan jangkauan para pembaca.

   Pembaca Warta Jazz tidak hanya berasal dari Yogyakarta, melainkan juga berasal dari Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi. Hal ini membuat Warta Jazz tidak lagi memfokuskan informasi seputar jazz di wilayah Yogyakarta saja, melainkan juga memberikan informasi seputar musik jazz secara lebih global.

   Sebagai media online penyedia informasi seputar musik jazz, Warta Jazz memanjakan para pembacanya dengan konten-konten yang informatif. Pembaca dimanjakan dengan konten informasi yang mengulas seputar news, review album jazz, komunitas, interview tokoh, opini jazz, profil musisi jazz, agenda event musik jazz, hingga penjualan merchandise. Selain itu, untuk mengembangkan sayapnya, Warta Jazz juga telah bekerjasama dengan sekitar 50 stasiun radio yang berbasis jazz di Indonesia.

   Sebagai wujud dedikasinya bagi musik jazz, terdapat beberapa event yang telah digarap atau disponsori oleh Warta Jazz di setiap tahunnya. Tidak hanya event regional, tetapi juga nasional, bahkan sudah sampai pada taraf internasional. Seperti penyelenggaraan konser pada tahun 2003 yang bertujuan memperkenalkan musik jazz ke publik. Konser tersebut menghadirkan kelompok musik internasional seperti ZIP ZAP yang berasal dari Spanyol, Mike del Ferro (Belanda), dan kolaborasi musisi Swiss (Podjama) dengan musisi Bali (I Gusti Kompyang Raka).

Tidak hanya itu, Warta Jazz juga tidak pernah luput untuk selalu menggarap dan mensponsori event lainnya di setiap tahun. Seperti misalnya Java Jazz dan NgayogJazz yang telah menjadi event tahunan bagi Warta Jazz.

   Selain berbagai event besar tersebut, setiap Senin malam, Aji dan kawan-kawan mengadakan “Jazz Mben Senen” sebagai sarana berkumpulnya para pencinta jazz di Yogyakarta. Dengan berkumpul bersama, para pecinta musik jazz dapat memperkaya pengetahuan mereka. Komunitas jazz ini terbuka bagi siapa saja. Tidak ada batasan umur untuk bergabung di dalamnya. Salah satu hal yang menarik dari “Jazz Mben Senen” ini adalah, adanya sesi jamming bersama anak-anak jazz se-Yogyakarta.

   Aji Wartono, Seto Murdiaso dan Agus Setiawan, telah membuktikan sukses mereka yang berawal dari hobi. Tidak main-main, sukses yang telah mereka capai adalah mengembangkan komunitas jazz dalam negeri hingga merambah ke dunia internasional.

   Tidak ada salahnya, jika kita mengambil semangat juang dari apa yang telah mereka lakukan bagi dunia yang mereka cintai, yaitu musik jazz. Tidak perlu memulai sesuatu dari hal yang sulit, cukup memulainya dari hobi yang kita cintai. Bermimpi sesukamu, lakukan sesukamu, dan ekspresikan dirimu!!

   

Belum ada komentar

Poskan Komentar