WordPress database error: [Specified key was too long; max key length is 1000 bytes]
CREATE TABLE wp_ajr_esf_youtube_cache ( id bigint(20) UNSIGNED NOT NULL AUTO_INCREMENT, cache_key varchar(255) NOT NULL, cache_data longtext NOT NULL COMMENT 'Compressed JSON data', cache_type enum('account','feed','api') DEFAULT 'feed', feed_id bigint(20) UNSIGNED DEFAULT NULL COMMENT 'Feed ID for feed-scoped cache', account_id bigint(20) UNSIGNED DEFAULT NULL COMMENT 'Account ID for account-scoped cache', expires_at datetime NOT NULL, created_at datetime NOT NULL, PRIMARY KEY (id), UNIQUE KEY cache_key (cache_key), KEY expires_at (expires_at), KEY cache_type (cache_type), KEY feed_id (feed_id), KEY account_id (account_id), KEY cache_key_expires (cache_key, expires_at) ) DEFAULT CHARACTER SET utf8mb4 COLLATE utf8mb4_unicode_520_ci


Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/ajruajy/public_html/wp-includes/class-wpdb.php:1861) in /home/ajruajy/public_html/wp-content/plugins/wp-fastest-cache/inc/cache.php on line 439
AMOR – Atma Jaya Radio https://ajr.uajy.ac.id Atma Jaya Radio adalah sarana penyiaran radio yang dimiliki oleh Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Membahas mengenai banyak topik seperti teknologi dan musik. Wed, 18 Sep 2019 10:07:24 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.7.1 https://ajr.uajy.ac.id/wp-content/uploads/2016/02/cropped-1-06-1-32x32.png AMOR – Atma Jaya Radio https://ajr.uajy.ac.id 32 32 Review Film: Dua Garis Biru. Bercampurnya Tawa dan Tangis https://ajr.uajy.ac.id/review-film-dua-garis-biru-bercampurnya-tawa-dan-tangis/ Fri, 09 Aug 2019 20:07:12 +0000 http://ajr.uajy.ac.id/?p=2166 Sobat Atma bagaimana kabarnya??, lama tidak bersua. Kali ini ada satu film yang sangatt menarik untuk dibahas jadi daripada berlama – lama yok langsung aja kita meluncur!!!!.

Film itu adalah Dua Garis Biru. Film ini ditulis oleh Gina S Noer yang sekaligus menjadi sutradara dari film ini. Diproduksi oleh rumah produksi Starvision dan dibintangi oleh beberapa aktor dan aktris papan atas di Indonesia dengan Angga Yunanda dan Zara JKT48 sebagai lead, film ini membawa dampak yang cukup signifikan pada perfilman Indonesia, tidak hanya soal tema cerita namun juga berbagai hal teknikal didalamnya.

Di sutradarai oleh Gina S Noer dan dibintangi oleh Angga Yunanda dan Zara JKT48. Dua Garis Biru menjadi salah satu film yang dinanti di tahun 2019 ini.
Foto didapatkan di Google.

Sebenarnya tulisan ini dibuat sangat personal bagi penulis, karena sejak teaser pertama keluar beberapa bulan yang lalu penulis langsung terpikat dengan tone dan visual yang diangkat di film ini. Sehingga beberapa kali walau waktu itu baru berupa teaser penulis sudah menjadikan film ini sebagai bahan kajian di beberapa kelas kuliah penulis. Mengesampingkan hal itu tadi nyatanya film ini memang layak ditunggu dan disaksikan.

Bercerita tentang sepasang kekasih Bima dan Dara, pasangan yang diceritakan berasal dari keluarga baik-baik yang dicintai oleh teman-teman mereka dan juga keluarga mereka. Namun mereka membuat satu “kesalahan” , ya satu kesalahan yang sangat besar yang berakibat pada konsekuensi yang sangat sulit. Premis yang tidak biasa untuk film Indonesia, premis ini yang pada awalnya membuat film ini menemui sebuah kontroversi yang sebenarnya tidak diperlukan. Mendengar premisnya dan juga melihat teaser awalnya memang pasti orang-orang akan langsung beranggapan bahwa film ini menghadirkan adegan “kesalahan” yang dilakukan oleh kedua tokoh utama pada film ini yang ditakutkan nantinya ditiru oleh remaja yang mana merupakan target utama film ini. Namun kontroversi tersebut perlahan hilang dengan tayangnya film ini pada 11 Juli yang lalu dan saat artikel ini ditulis sudah menembus 2,5 juta penonton.

Sempat mengundang kontroversi karena premis yang dibawanya, nyatanya film ini tidak menitik beratkan ceritanya pada adegan “kesalahan” 2 tokoh utamanya seperti yang dikontroversikan.
Foto didapatkan di Google

Patut diapresiasi bagaimana Gina S Noer menyutradarai film ini. Kita tidak perlu lagi mempertanyakan reputasi Gina S Noer dalam menulis Script namun sebagai sutradara debutan meng-handle film dengan tema seberat ini tentunya bukan hal yang mudah. Gina mampu membangun adegan demi adegan dengan pace yang sangat bagus dengan penempatan adegan yang efektif. Film ini dibuka dengan sequence yang memperlihatkan hubungan Bima dan Dara hingga mereka melakukan kesalahan itu diambil dengan pace yang cepat dan ditempatkan sebelum judul merupakan keputusan yang sangat baik karena dapat memfokuskan isi film tersebut pada dampak dari “kesalahan” yang dilakukan oleh kedua tokoh utama yang mana adalah tema utama dari film ini. Jadi film ini dari awal sudah menunjukan bahwa film ini berfokus pada dampak dari “kesalahan” daripada proses terjadinya “kesalahan” yang dilakukan oleh kedua tokoh utama itu sendiri.

 Film ini juga menghadirkan scene yang sangat emosional, yaitu scene UKS. Bagi yang sudah menonton pasti tahu bagaimana intensnya emosi yang terdapat di scene itu dan Gina S Noer dapat meng-capture scene yang sangat emosional itu dengan tehnik one take  sehingga menyebabkan sebuah scene yang begitu dinamis, dynamic dan juga klimatik. Ending dari film ini menjadi point yang paling penulis sukai, biasanya film Indonesia memiliki ending naratis yang menjabarkan akhir dari suatu film dengan gamblang. Apa yang terjadi dengan tokohnya?, apa mereka bahagia atau tidak dan segala macam. Namun Ending film ini yang seakan dibuat “menggantung” membuat film ini memiliki feel penyelesaian yang agak berbeda karena kita tidak menjabarkan nasib tokoh. Dimana ini justru membuat pesan utama film ini yang mana mengajak agar para remaja untuk tidak melakukan “kesalahan” yang dilakukan oleh kedua tokoh utama ini tersampaikan. Karena “kesalahan” itu tidak akan menyebabkan akhir yang bahagia, namun film ini diakhiri dengan bijak. It’s not a happy ending but it’s a wise ending. A perfect ending for this movie.

Scene UKS, merupakan salah satu Scene paling apik dalam sejarah perfilman Indonesia. Gina S Noer dengan luar biasa meng-capture sebuah scene yang sangat emosional dengan apik.
foto didapat di Google.

Selain opening, klimaks dan ending yang dibangun secara apik. Film ini juga banyak berisikan metafora-metafora yang secara tidak langsung menjabarkan film ini. Karena tidak semua Bahasa visual harus didialogkan maka metafora-metafora ini sangat manis untuk ditonton. Metafora yang paling penulis suka adalah keberadaan ondel-ondel biru yang nantinya meng-foreshadowing sesuatu yang penting dalam film ini.

Ondel-ondel biru, salah satu metafora yang terdapat di film ini. Membuat film ini semakin menarik untuk di tonton.
foto didapatkan di Google.

Angga Yunanda dan Zara JKT48 juga mengeluarkan kemampuan terbaik dalam film ini. Angga Yunanda berangkat dari aktor yang bermain di beberapa film diantaranya Sunyi dan Tabu yang sama-sama dikeluarkan oleh Starvision, disini bisa memerankan Bima dengan baik dimana Angga Yunanda dapat mengeluarkan aura remaja yang disatu sisi naif namun disisi lain mencoba untuk menyelesaikan masalah yang tidak sengaja dia buat ini. Mungkin perlu diapresiasi lebih untuk Zara JKT48 karena memerankan gadis hamil itu tidaklah mudah dan juga dapat memerankan seorang gadis yang pintar, kuat namun masih memiliki kenaifan remaja dalam dirinya. Supporting aktor lain seperti Lulu Tobing, Dwi Sasono, Rachel Amanda, Cut Mini dan Arswendi Bening Swara dapat membantu dalam membangun atmosfer film ini dengan baik. Kombinasi lead dan supporting aktor yang baik seperti ini membuat adegan demi adegan terasa lebih hidup.

Para Aktor dan Aktris yang terlibat didalamnya benar-benar membuat film ini menjadi semakin menarik untuk di tonton.
Gambar didapatkan di Google.

Terakhir. Film ini adalah sebuah film yang patut untuk ditonton, patut untuk diancungi jempol dan patut untuk dibanggakan karena film ini adalah salah satu tinta emas di industri perfilman Indonesia. Pesan moralnya disampaikan dengan sangat baik, adegan demi adegannya dibangun dengan sangat baik, menyuguhkan acting yang memukai dari para aktor dan aktris yang bermain didalamnya dan juga menyuguhkan ending yang bijak bagi para karakternya.

Dua Garis Biru adalah film remaja yang luar biasa. Sarat akan makna dan moral. Sangat menarik untuk ditonton bahkan sampai berulang kali. Menguras perasaan dan juga membuat kita sadar akan pentingnya sex education bagi anak-anak dan Remaja agar cerita Dara dan Bima tidak lagi terulang di dunia nyata.
Foto didapatkan di Google

Terima Kasih.

Yudha Setya Nugraha

]]>
2166
Mengenal Istilah Flirtationship dalam Suatu Hubungan https://ajr.uajy.ac.id/mengenal-istilah-flirtationship-dalam-suatu-hubungan/ Sun, 14 Apr 2019 05:07:12 +0000 http://ajr.uajy.ac.id/?p=1934 Halo Sobat Atma, mungkin kamu belum terlalu familiar ya dengan istilah “FLIRTATIONSHIP”, jadi… flirtationship sendiri itu berasal dari kata ‘flirt’ dan ‘relationship’, bahasa enaknya sii seperti TTM alias Teman Tapi Mesra, more than a friendship, less than a relationship gitu hehehe. Jadi, sering nonton bareng, nongkrong bareng, jalan bareng tapi tidak ada status apapun. Nah, untuk kali ini kita akan bahas bersama-sama mengenai gejala dari flirtationship yang mungkin secara sadar/tidak sadar kita terjebak dalam zona ini. Buat sobat atma yang penasaran, let’s read it!Mereka yang terjebak dalam flirtationship ini biasanya tidak memiliki status apapun atau hanya sekedar teman dan ketika mereka saling bertemu, obrolannya akan saling menggoda. Namun, hubungan seperti ini biasanya akan selalu stuck, jarang sampai yang ada ke status pacaran. Mereka juga mempunyai jokes yang hanya dimengerti oleh mereka sendiri. Dalam hubungan ini, kedua orang itu akan sering bertukar cerita/curhat mengenai kehidupan ataupun aktivitas mereka masing-masing, bahkan mereka juga akan rutin chat setiap hari. Orang-orang di sekitar biasanya banyak yang menganggap bahwa mereka benar-benar pacaran. Selain itu, biasanya mereka dekat di salah satu lingkungan/situasi tertentu, seperti di kantor, sekolah, kampus, dan lain sebagainya.


Sering curhat, jalan, nonton, dan makan bareng sama teman lawan jenis memang nyaman. Malah saking nyamannya bikin kamu ngerasa kalau dia adalah orang yang cocok untuk dijadikan pasangan. Tapi, hal seperti itu gak mungkin terjadi karena kamu sendiri enggak begitu yakin kalau harus menjalani hubungan sama dia. Walau di sisi lain kamu enggak mau jauh dan enggak mau berhenti untuk berhubungan sama dia.

Kalau begitu ceritanya, itu menandakan kamu dan dia terjebak dalam hubungan “friends with benefit”. Menjalani hubungan seperti ini memang menyenangkan. Tapi kamu juga harus memikirkannya lagi sebelum menjadi hal yang “terlanjur” dan “menyakitkan”.

©Grace Evanda

]]>
1934