WordPress database error: [Specified key was too long; max key length is 1000 bytes]CREATE TABLE wp_ajr_esf_youtube_cache (
id bigint(20) UNSIGNED NOT NULL AUTO_INCREMENT,
cache_key varchar(255) NOT NULL,
cache_data longtext NOT NULL COMMENT 'Compressed JSON data',
cache_type enum('account','feed','api') DEFAULT 'feed',
feed_id bigint(20) UNSIGNED DEFAULT NULL COMMENT 'Feed ID for feed-scoped cache',
account_id bigint(20) UNSIGNED DEFAULT NULL COMMENT 'Account ID for account-scoped cache',
expires_at datetime NOT NULL,
created_at datetime NOT NULL,
PRIMARY KEY (id),
UNIQUE KEY cache_key (cache_key),
KEY expires_at (expires_at),
KEY cache_type (cache_type),
KEY feed_id (feed_id),
KEY account_id (account_id),
KEY cache_key_expires (cache_key, expires_at)
) DEFAULT CHARACTER SET utf8mb4 COLLATE utf8mb4_unicode_520_ci
Masih ingatkah kamu cara bermain gundhu? Atau kamu sudah lupa gundhu itu apa? Yap! Gundhu adalah kelereng. Jaman dahulu sekitar tahun 2000an anak laki-laki sering berkumpul untuk bermain gundhu, bukan hanya sekedar bermain, mereka juga mengoleksi gundhu ini. Mitosnya, semakin dirawat semakin hebat permainan gundhu ini. Cara bermainnya mudah sekali, untuk menentukan siapa yang akan memulai pertama, setiap pemain haruslah melempar kelereng dengan batasan tempat tertentu. Kelereng pemain yang paling jauh lah yang dapat memulai permainan pertama. Permainan berlanjut dari setiap pemain, untuk mengalahkan pemain haruslah menembak kelereng pemain ke kelereng pemain lawan. Pemenang dari permainan kelereng ini adalah pemain yang masih mempunyai kelereng bertahan.
Permainan selanjutnya adalah jamuran, biasanya jamuran dimainkan oleh anak-anak perempuan. Permainan ini dimulai dengan melakukan hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi jamur nya. Salah satu anak yang menjadi jamur berada di tengah dan dikelilingi oleh anak-anak lainnya sembari menyanyikan lagu “Jamuran yo gegethok, jamur opo yo gegethok, semprat semprit jamur opo mbakyu.” Selanjutnya anak yang menjadi jamur haruslah memilih jamur apa saja yang dia inginkan, supaya Ia dapat memindah posisinya untuk tidak menjadi jamur lagi.
Cara memainkan cublak-cublak suweng juga hampir sama dengan jamuran. Diawali dengan hompipa untuk menentukan siapa yang jadi, lalu pemain yang jadi haruslah tidur terlungkup, sedangkan pemain yang lainnya duduk mengitari pemain yang jadi. Dibutuhkan pula koin pada permainan ini, lalu dengan koin tersebut para pemain yang duduk bernyayi “cublak-cublak suweng, suweng e teng gelenter mambu ketutudhung gudhel tak gento lela lelo, sopo ngguyu ndeleake sir sir pong dele bodong, sir sir pong dele bodong.” Para pemain yang duduk haruslah menyembunyikan koin tersebut, dan pemain yang jadi haruslah menebak untuk dapat menukar posisinya.
Jethungan atau dalam Bahasa Indonesia disebut petak umpet. Hampir sama cara memulai dengan permainan lainnya. Petak umpet ini menggunakan hompimpa dan suit untuk menentukan yang jadi. Pemain yang jadi haruslah menutup matanya pada dinding dan menghitung angka yang telah ditentukan, sementara itu pemain yang lain bersembunyi. Selanjutnya, setelah selesai menghitung, pemain yang jadi haruslah mencari permain yang bersembunyi. Apabila pemain yang jadi dapat menemukan dan menangkap pemain yang bersembunyi, maka pemain yang tertangkap itulah yang menjadi pemain jadi selanjtnya.
Inti utama dari permainan ini adalah menjaga benteng mereka. Benteng biasanya berupa dinding rumah atau tiang listrik. Selanjutnya pemain dibagi menjadi dua kubu, masing-masing kubu terdiri atas beberapa anggota. Cara memainkannya yakni dengan menyentuh. Untuk dapat memenangkan permainan ini, satu kubu harus menjaga bentengnya, tetapi juga harus menyentuh benteng lawan. Biasanya yang disentuh adalah para anggota nya dulu untuk menjadi sandra, selanjutnya setelah para anggota habis barulah menyentuh benteng tersebut.
Gobag sodor memerlukan satu gambar persegi panjang besar di tanah yang berisi enam kotak, pemain yang diperlukan berjumlah sepuluh orang dibagi dalam dua kubu. Satu tim sebagai penjaga dan tim lain sebagai pemain, untuk menentuknnya digunakan koin yang dilempar. Tim yang bermain haruslah melewati kotak persegi panjang tersebut yang telah dijaga dan tidak boleh terkena pemain yang menjaga. Apabila terkena, hal yang terjadi adalah pergantian posisi, tim yang bermain menjadi tim yang menjaga dan sebaliknya. Untuk memenangkan permainan ini, seluruh pemain dalam tim haruslah melewati kotak tanpa terkena sentuhan dari penjaga sama sekali.
]]>Nah, yang pertama adalah warung kopi. Walaupun angkringan juga memiliki menu khas seperti kopi tapi pasar yang dituju berbeda. Mayoritas warung kopi yang lagi ‘njamur’ di Jogja selain menyuguhkan menu kopi, mereka juga menyediakan tempat yang comfy dan wifi yang lancar pastinya. Pasalnya, warung kopi sangat cocok digunakan untuk tempat nongkrong, mengerjakan tugas hingga larut, atau bahkan mengadakan rapat. Yogyakarta memang kota pelajar di mana bukan hanya warga lokal saja yang menimba ilmu di kota istimewa ini, tetapi banyak penduduk luar kota yang mengenyam pendidikan di kota ini. Warung kopi menjadi tempat yang pas bagi pelajar dan mahasiswa yang ada di Yogyakarta.
Sua Coffe menjadi salah satu sasaran warung kopi kali ini. Terletak di Jalan Kenari No. 6A, Demangan Baru, Depok, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281. Warung kopi ini menyediakan berbagai varian menu makanan dan minuman, coffe based maupun non-coffe juga ada di sini. Harga kopi nya pun dapat dibilang terjangkau dari 18 – 25 ribu rupiah saja. Suasana dan tempatnya juga cukup nyaman untuk kamu mengerjakan tugas atau sekedar nongkrong, ada indoor maupun outdoor. Sua Coffe buka dari pukul jam 11.00 – 24.00, sehingga sangat cocok buat Sobat Atma yang bosan mengerjakan tugas di kampus atau perpustakaan. Warung kopi bisa jadi salah satu tempat referensi kamu buat ngerjain tugas.
Kalau udah tentang minuman, yang kedua adalah makanan. Apasih jenis makanan yang lagi ‘njamur’ banget di Jogja. Yapsssss, pasti kamu udah gak asing lagi sama warung makan yang ada unsur “chick-chick” nya. Yogyakarta lagi rame banget sama yang namanya warung ayam, dari geprek ratusan cabai rawit, topping saus dengan berbagai rasa, hingga macam-macam jenis keju menjadi paduan. Salah satu warung ayam yang menjadi kunjungan kali ini adalah Ayam Sorii. Terletak di Jl. Brigjen Katamso GM II No.1225, Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55121. Ayam Sorii menyediakan berbagai varian menu dengan bahan baku utama ayam, ayam geprek, bbq, korean, hingga saus keju yang ga bisa kamu lupain rasa lelehannya.
Nah, itu tadi jenis minuman dan makanan yang lagi ‘njamur’ banget di Jogja. Berbagai warung kopi dan warung ayam saat ini tidak pernah sepi akan kunjungan pelanggan. Memeberikan cita rasa terbaik di setiap sajiannya. Nah, kalo kamu suka ke warung ayam sama warung kopi yang mana Sobat? – [AD]
]]>Seperti perayaan imlek pada umumnya, nuansa merah dan berhias lampion mulai terlihat dari sepanjang jalan Maliboro menuju kawasan Kampoeng Ketandan. Namun yang membedakan pekan budaya Tionghoa Yogyakarta pada kali ini adalah maskot yang menggambarkan zhio monyet api yang merupakan zhio yang menaungi tahun ini dan terdapat tema yang berjudul ‘Meningkatkan Budaya Kebersamaan’.
Suasana Pekan Budaya Tionghoa (dok.AJR)
Acara yang dibuka oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Kamis 18 Februari 2016 malam lalu tersebut dimulai dari pukul 17.00-22.00 WIB. Para pengunjung dapat menikmati dan memilih berbagai rangkaian acara yang disuguhkan melalui banner yang berisi jadwal pertunjukan yang dipasang dibeberapa titik dikawasan Kampoeng Ketandan tersebut. Salah satu rangkaian acara tersebut adalah lomba karoke lagu mandarin yang disuguhkan di panggung karoke.
Tidak hanya itu pengunjung juga bisa menikmati berbagai macam kuliner khas imlek, antara lain kue keranjang, lontong cap gomeh, durian cap gomeh, bandeng, dan masih banyak lagi. Selain itu juga terdapat gerai makanan kekinian yang dijajakan di festival tersebut, bahkan terdapat gerai yang menjual pernak-pernik hiasan imlek. Kemeriahan acara tersebut juga terlihat dari banyaknya pengunjung yang hampir memenuhi setiap sudut kampoeng ketandan. Kawasan yang memanjang dan luas membuat para pengunjung betah untuk berlama-lama menikmatisuasana yang kental akan budaya tionghoa tersebut. – BG
]]>
suasana malam penuh ramai pengunjung di pintu masuk Festival Kesenian Yogyakarta, Rabu (19/08/2015) Taman Kuliner Condongcatur, Sleman, Yogyakarta
FKY 27 dibuka dengan sangat epic pada Rabu (19/08/2015) dengan menampilkan Pawai Edan-edanan, yang merupakan street performance yang menggunakan ruas Jalan Kaliurang, dan mengambil rute dari PKKH UGM menuju Gedung Graha Sabha Pramana, dilanjut menuju Gedung Rektorat UGM dan berakhir di Perempatan Selokan Mataram.
“FKY 27 menjadi wadah hiburan yang sangat menarik dan wajib didatangi setiap tahunnya, karena selalu ada saja ide kreatif luar biasa yang tercetus setiap tahunnya. Saya sudah datang 2 tahun berturut-turut dan selalu nagih mba..” ujar Rina Mahasiwi Sanata Dharma Yogyakarta. (CA)
Dengan mengusuk tema “Dandan” tersebut, FKY 27 memberi banyak hiburan bagi masyarakat Yogyakarta. Seperti pasar seni sebagai ruang bagi seniman-seniman kreatif lokal, panggung regular berupa pertunjukan tradisional maupun modern, workshop dan kompetisi kreatif, pameran senirupa, lokakarya, diskusi seni, serta bioskop FKY yang menampilkan karya-karya film independen seniman Yogyakarta, pertunjukan teater dan pembacaan prosa sebagai bentuk apresiasi terhadap karya teater dan seni sastra, pertunjukan kontemporer di jembatan Sarjito, kolaborasi dengan Jogja Video Mapping Project dan masih banyak lagi.
Hiruk pikuk pengunjung suasana malam Festival Kesenian Yogyakarta, Rabu (19/08/2015) Taman Kuliner Condongcatur, Sleman, Yogyakarta
]]>