WordPress database error: [Specified key was too long; max key length is 1000 bytes]
CREATE TABLE wp_ajr_esf_youtube_cache ( id bigint(20) UNSIGNED NOT NULL AUTO_INCREMENT, cache_key varchar(255) NOT NULL, cache_data longtext NOT NULL COMMENT 'Compressed JSON data', cache_type enum('account','feed','api') DEFAULT 'feed', feed_id bigint(20) UNSIGNED DEFAULT NULL COMMENT 'Feed ID for feed-scoped cache', account_id bigint(20) UNSIGNED DEFAULT NULL COMMENT 'Account ID for account-scoped cache', expires_at datetime NOT NULL, created_at datetime NOT NULL, PRIMARY KEY (id), UNIQUE KEY cache_key (cache_key), KEY expires_at (expires_at), KEY cache_type (cache_type), KEY feed_id (feed_id), KEY account_id (account_id), KEY cache_key_expires (cache_key, expires_at) ) DEFAULT CHARACTER SET utf8mb4 COLLATE utf8mb4_unicode_520_ci


Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/ajruajy/public_html/wp-includes/class-wpdb.php:1861) in /home/ajruajy/public_html/wp-content/plugins/wp-fastest-cache/inc/cache.php on line 439
BANGJO – Atma Jaya Radio https://ajr.uajy.ac.id Atma Jaya Radio adalah sarana penyiaran radio yang dimiliki oleh Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Membahas mengenai banyak topik seperti teknologi dan musik. Sun, 12 Dec 2021 07:12:11 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.7.1 https://ajr.uajy.ac.id/wp-content/uploads/2016/02/cropped-1-06-1-32x32.png BANGJO – Atma Jaya Radio https://ajr.uajy.ac.id 32 32 6 Permainan Tradisional yang Asik Banget https://ajr.uajy.ac.id/6-permainan-tradisional-yang-asik-banget/ Thu, 16 Nov 2017 04:39:24 +0000 http://ajr.uajy.ac.id/?p=1593 Di era milenial kini, beragam teknologi sudah makin canggih. Seperti yang kita ketahui bahwa dalam pertumbuhan teknologi yang cepat ini membawa dampak yang besar bagi kehidupan kita. Salah satu dampak yang muncul memengaruhi pola kebiasaan kita yang tentu saja membentuk kebudayaan baru, seperti budaya instan misalnya. Saat ini bukan hanya saja makanan yang dapat instan, segalanya menjadi instan, diantaranya proses pengiriman pesan, layanan antar jemput, dan masih banyak lagi. Budaya ini seakan-akan menghapuskan jarak tertentu yang terkadang menjadi suatu masalah. Memang kita harus dapat beradaptasi, menerima sesuatu yang baru dan terus mempelajarinya, tapi jangan sampe budaya baru ini menghapus budaya asli yang membentuk jati diri kita. Sangat diperbolehkan untuk bermain segala bentuk sosial media atau berbagai games yang dapat kamu unduh serta kamu mainkan di telepon genggam kamu, tapi sekali lagi jangan sampe menggagu kehidupan sosial kita. Nah kali ini kita akan bernostalgia tentang permainan tradisional khususnya yang ada di daerah Jawa Tengah – Jogja dan yang pasti berbagai permainan ini muncul sebelum kita mengenal gawai. Yuk kepoin!

  1. Gundhu

Masih ingatkah kamu cara bermain gundhu? Atau kamu sudah lupa gundhu itu apa? Yap! Gundhu adalah kelereng. Jaman dahulu sekitar tahun 2000an anak laki-laki sering berkumpul untuk bermain gundhu, bukan hanya sekedar bermain, mereka juga mengoleksi gundhu ini. Mitosnya, semakin dirawat semakin hebat permainan gundhu ini. Cara bermainnya mudah sekali, untuk menentukan siapa yang akan memulai pertama, setiap pemain haruslah melempar kelereng dengan batasan tempat tertentu. Kelereng pemain yang paling jauh lah yang dapat memulai permainan pertama. Permainan berlanjut dari setiap pemain, untuk mengalahkan pemain haruslah menembak kelereng pemain ke kelereng pemain lawan. Pemenang dari permainan kelereng ini adalah pemain yang masih mempunyai kelereng bertahan.

 

  1. Jamuran

Permainan selanjutnya adalah jamuran, biasanya jamuran dimainkan oleh anak-anak perempuan. Permainan ini dimulai dengan melakukan hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi jamur nya. Salah satu anak yang menjadi jamur berada di tengah dan dikelilingi oleh anak-anak lainnya sembari menyanyikan lagu “Jamuran yo gegethok, jamur opo yo gegethok, semprat semprit jamur opo mbakyu.” Selanjutnya anak yang menjadi jamur haruslah memilih jamur apa saja yang dia inginkan, supaya Ia dapat memindah posisinya untuk tidak menjadi jamur lagi.

  1. Cublak-cublak suweng

Cara memainkan cublak-cublak suweng juga hampir sama dengan jamuran. Diawali dengan hompipa untuk menentukan siapa yang jadi, lalu pemain yang jadi haruslah tidur terlungkup, sedangkan pemain yang lainnya duduk mengitari pemain yang jadi. Dibutuhkan pula koin pada permainan ini, lalu dengan koin tersebut para pemain yang duduk bernyayi “cublak-cublak suweng, suweng e teng gelenter mambu ketutudhung gudhel tak gento lela lelo, sopo ngguyu ndeleake sir sir pong dele bodong, sir sir pong dele bodong.” Para pemain yang duduk haruslah menyembunyikan koin tersebut, dan pemain yang jadi haruslah menebak untuk dapat menukar posisinya.

 

  1. Jethungan

Jethungan atau dalam Bahasa Indonesia disebut petak umpet. Hampir sama cara memulai dengan permainan lainnya. Petak umpet ini menggunakan hompimpa dan suit untuk menentukan yang jadi. Pemain yang jadi haruslah menutup matanya pada dinding dan menghitung angka yang telah ditentukan, sementara itu pemain yang lain bersembunyi. Selanjutnya, setelah selesai menghitung, pemain yang jadi haruslah mencari permain yang bersembunyi. Apabila pemain yang jadi dapat menemukan dan menangkap pemain yang bersembunyi, maka pemain yang tertangkap itulah yang menjadi pemain jadi selanjtnya.

 

  1. Benteng-bentengan

Inti utama dari permainan ini adalah menjaga benteng mereka. Benteng biasanya berupa dinding rumah atau tiang listrik. Selanjutnya pemain dibagi menjadi dua kubu, masing-masing kubu terdiri atas beberapa anggota. Cara memainkannya yakni dengan menyentuh. Untuk dapat memenangkan permainan ini, satu kubu harus menjaga bentengnya, tetapi juga harus menyentuh benteng lawan. Biasanya yang disentuh adalah para anggota nya dulu untuk menjadi sandra,  selanjutnya setelah para anggota habis barulah menyentuh benteng tersebut.

 

  1. Gobag Sodor

Gobag sodor memerlukan satu gambar persegi panjang besar di tanah yang berisi enam kotak, pemain yang diperlukan berjumlah sepuluh orang dibagi dalam dua kubu. Satu tim sebagai penjaga dan tim lain sebagai pemain, untuk menentuknnya digunakan koin yang dilempar. Tim yang bermain haruslah melewati kotak persegi panjang tersebut yang telah dijaga dan tidak boleh terkena pemain yang menjaga. Apabila terkena, hal yang terjadi adalah pergantian posisi, tim yang bermain menjadi tim yang menjaga dan sebaliknya. Untuk memenangkan permainan ini, seluruh pemain dalam tim haruslah melewati kotak tanpa terkena sentuhan dari penjaga sama sekali.

]]>
1593
Sobat Perut yang ‘Njamur’ di Jogja https://ajr.uajy.ac.id/sobat-perut-yang-njamur-di-jogja/ Fri, 15 Sep 2017 16:57:43 +0000 http://ajr.uajy.ac.id/?p=1429 “Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera, orang duduk bersila….” Merupakan sepenggal lirik lagu dari Kla Project yang berjudul ‘Jogja’. Pasti dah gak asing lagi kan ya? Kalau dulu Jogja khas banget dengan angkringan di hampir semua sudut kota dan selalu menjadi kunjungan warga lokal maupun asing, sekarang sudah semakin banyak pesaingnya nih. Bukan hanya sesama pemilik angkringan itu sendiri, tetapi jenis makanan dan minuman lain yang lagi ‘njamur’ banget di Jogja. Coba deh di tebak!

Nah, yang pertama adalah warung kopi. Walaupun angkringan juga memiliki menu khas seperti kopi tapi pasar yang dituju berbeda. Mayoritas warung kopi yang lagi ‘njamur’ di Jogja selain menyuguhkan menu kopi, mereka juga menyediakan tempat yang comfy dan wifi yang lancar pastinya. Pasalnya, warung kopi sangat cocok digunakan untuk tempat nongkrong, mengerjakan tugas hingga larut, atau bahkan mengadakan rapat. Yogyakarta memang kota pelajar di mana bukan hanya warga lokal saja yang menimba ilmu di kota istimewa ini, tetapi banyak penduduk luar kota yang mengenyam pendidikan di kota ini. Warung kopi menjadi tempat yang pas bagi pelajar dan mahasiswa yang ada di Yogyakarta.

Sua Coffe menjadi salah satu sasaran warung kopi kali ini. Terletak di Jalan Kenari No. 6A, Demangan Baru, Depok, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281. Warung kopi ini menyediakan berbagai varian menu makanan dan minuman, coffe based maupun non-coffe  juga ada di sini. Harga kopi nya pun dapat dibilang terjangkau dari 18 – 25 ribu rupiah saja. Suasana dan tempatnya juga cukup nyaman untuk kamu mengerjakan tugas atau sekedar nongkrong, ada indoor maupun outdoor. Sua Coffe buka dari pukul jam 11.00 – 24.00, sehingga sangat cocok buat Sobat Atma yang bosan mengerjakan tugas di kampus atau perpustakaan. Warung kopi bisa jadi salah satu tempat referensi kamu buat ngerjain tugas.

 

Caffe Latte – Salah satu menu dari Sua Coffe [dok. AJR]

Kalau udah tentang minuman, yang kedua adalah makanan. Apasih jenis makanan yang lagi ‘njamur’ banget di Jogja. Yapsssss, pasti kamu udah gak asing lagi sama warung makan yang ada unsur “chick-chick” nya. Yogyakarta lagi rame banget sama yang namanya warung ayam, dari geprek ratusan cabai rawit, topping saus dengan berbagai rasa, hingga macam-macam jenis keju menjadi paduan. Salah satu warung ayam yang menjadi kunjungan kali ini adalah Ayam Sorii. Terletak di Jl. Brigjen Katamso GM II No.1225, Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55121. Ayam Sorii menyediakan berbagai varian menu dengan bahan baku utama ayam, ayam geprek, bbq, korean, hingga saus keju yang ga bisa kamu lupain rasa lelehannya.

Chicken cheese garlic – Salah satu menu dari Ayam Sorii [dok. AJR]

Nah, itu tadi jenis minuman dan makanan yang lagi ‘njamur’ banget di Jogja. Berbagai warung kopi dan warung ayam saat ini tidak pernah sepi akan kunjungan pelanggan. Memeberikan cita rasa terbaik di setiap sajiannya. Nah, kalo kamu suka ke warung ayam sama warung kopi yang mana Sobat? – [AD]

]]>
1429
Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta ke-XI https://ajr.uajy.ac.id/pekan-budaya-tionghoa-yogyakarta-ke-xi/ Wed, 02 Mar 2016 02:29:15 +0000 http://ajr.uajy.ac.id/?p=1131 Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta ke-XI atau yang akrab disebut Festival Ketandan kembali digelar pada tanggal 18-22 Februari 2016 yang berlokasi di Kampoeng Ketandan utara Pasar Beringharjo Yogyakarta. Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta merupakan acara rutin yang digelar setiap tahunnya untuk memperingati tahun baru imlek yang tepatnya pada tanggal 8 Februari kemarin menjadi hari perayaan tahun baru imlek yang ke 2567.

Seperti perayaan imlek pada umumnya, nuansa merah dan berhias lampion mulai terlihat dari sepanjang jalan Maliboro menuju kawasan Kampoeng Ketandan. Namun yang membedakan pekan budaya Tionghoa Yogyakarta pada kali ini adalah maskot yang menggambarkan zhio  monyet api yang merupakan zhio yang menaungi tahun ini dan terdapat tema yang berjudul ‘Meningkatkan Budaya Kebersamaan’.

IMG_2032

Suasana Pekan Budaya Tionghoa (dok.AJR)

Acara yang dibuka oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Kamis 18 Februari 2016 malam lalu tersebut dimulai dari pukul 17.00-22.00 WIB. Para pengunjung dapat menikmati dan memilih berbagai rangkaian acara yang disuguhkan melalui banner yang berisi jadwal pertunjukan yang dipasang dibeberapa titik dikawasan Kampoeng Ketandan tersebut. Salah satu rangkaian acara tersebut adalah lomba karoke lagu mandarin yang disuguhkan di panggung karoke.

Tidak hanya itu pengunjung juga bisa menikmati berbagai macam kuliner khas imlek, antara lain kue keranjang, lontong cap gomeh, durian cap gomeh, bandeng, dan masih banyak lagi. Selain itu juga terdapat gerai makanan kekinian yang dijajakan di festival tersebut, bahkan terdapat gerai yang menjual pernak-pernik hiasan imlek. Kemeriahan acara tersebut juga terlihat dari banyaknya pengunjung yang hampir memenuhi setiap sudut kampoeng ketandan. Kawasan yang memanjang dan luas membuat para pengunjung betah untuk berlama-lama menikmatisuasana yang kental akan budaya tionghoa tersebut. – BG

]]>
1131
“Dandan” Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 27 https://ajr.uajy.ac.id/dandan-festival-kesenian-yogyakarta-fky-27/ Mon, 31 Aug 2015 06:17:54 +0000 http://ajr.uajy.ac.id/?p=1018 Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) merupakan sebuah event yang selalu dinanti masyarakat Yogyakarta maupun wistawan sejak tahun 1989. Di tahun 2015 ini, FKY yang ke-27 dengan tema “Dandan” atau Bersolek kembali hadir dengan mengambil lokasi baru di Taman Kuliner Condongcatur, Sleman, Yogyakarta. FKY berlangsung selama 18 hari yang mulai pada tanggal 19 Agustus hingga 5 September 2015. FKY menampilkan aneka ragam budaya, baik tradisi maupun modern kontemporer, serta 138 stand sajian kuliner dan kerajinan kreatif.

1440951821145
suasana malam penuh ramai pengunjung di pintu masuk Festival Kesenian Yogyakarta, Rabu (19/08/2015) Taman Kuliner Condongcatur, Sleman, Yogyakarta

FKY 27 dibuka dengan sangat epic pada Rabu (19/08/2015) dengan menampilkan Pawai Edan-edanan, yang merupakan street performance yang menggunakan ruas Jalan Kaliurang, dan mengambil rute dari PKKH UGM menuju Gedung Graha Sabha Pramana, dilanjut menuju Gedung Rektorat UGM dan berakhir di Perempatan Selokan Mataram.

“FKY 27 menjadi wadah hiburan yang sangat menarik dan wajib didatangi setiap tahunnya, karena selalu ada saja ide kreatif luar biasa yang tercetus setiap tahunnya. Saya sudah datang 2 tahun berturut-turut dan selalu nagih mba..” ujar Rina Mahasiwi Sanata Dharma Yogyakarta. (CA)

Dengan mengusuk tema “Dandan” tersebut, FKY 27 memberi banyak hiburan bagi masyarakat Yogyakarta. Seperti pasar seni sebagai ruang bagi seniman-seniman kreatif lokal, panggung regular berupa pertunjukan tradisional maupun modern, workshop dan kompetisi kreatif, pameran senirupa, lokakarya, diskusi seni, serta bioskop FKY yang menampilkan karya-karya film independen seniman Yogyakarta, pertunjukan teater dan pembacaan prosa sebagai bentuk apresiasi terhadap
karya teater dan seni sastra, pertunjukan kontemporer di jembatan Sarjito, kolaborasi dengan Jogja Video Mapping Project dan masih banyak lagi.

1440952569084

Hiruk pikuk pengunjung suasana malam Festival Kesenian Yogyakarta, Rabu (19/08/2015) Taman Kuliner Condongcatur, Sleman, Yogyakarta

]]>
1018