WordPress database error: [Specified key was too long; max key length is 1000 bytes]CREATE TABLE wp_ajr_esf_youtube_cache (
id bigint(20) UNSIGNED NOT NULL AUTO_INCREMENT,
cache_key varchar(255) NOT NULL,
cache_data longtext NOT NULL COMMENT 'Compressed JSON data',
cache_type enum('account','feed','api') DEFAULT 'feed',
feed_id bigint(20) UNSIGNED DEFAULT NULL COMMENT 'Feed ID for feed-scoped cache',
account_id bigint(20) UNSIGNED DEFAULT NULL COMMENT 'Account ID for account-scoped cache',
expires_at datetime NOT NULL,
created_at datetime NOT NULL,
PRIMARY KEY (id),
UNIQUE KEY cache_key (cache_key),
KEY expires_at (expires_at),
KEY cache_type (cache_type),
KEY feed_id (feed_id),
KEY account_id (account_id),
KEY cache_key_expires (cache_key, expires_at)
) DEFAULT CHARACTER SET utf8mb4 COLLATE utf8mb4_unicode_520_ci
Sobat Atma! Kamu masih deket enggak nih sama kain tenun? Well, mungkin sudah tidak. But, kain tenun itu budaya Indonesia yang wajib banget kamu banggakan! Selain karena pembuatannya yang super sulit dan motifnya yang luar biasa rumit, kain tenun juga bisa jadi wadah bercerita atau juga menujukkan rasa cinta. Mau tahu gimana caranya, simak nih pengalaman dari teman-teman Universitas Atma Jaya Yogyakarta! Enjoyyy!
DOM Creative Lab dan juga Panglima Agency, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta mencoba untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan nilai dari sebuah kain tenun dalah suatu event “Tenun Bercerita: Merajut Cita Dengan Cinta”. Acara yang berlangsung selama 1 hari tersebut digelar pada tanggal 19 Mei 2018 pukul 16.00- 20.00 WIB yang bertempat di Indicology Cafe jalan Candrakirana 14, Sagan, Yogyakarta.
Tenun Bercerita adalah suatu event yang digelar dengan tujuan untuk memberikan apresiasi terhadap para penenun dari kain yang mereka hasilkan. Cerita perjuangan dari para penenun dalam proses pembuatan kain tenun dari benang hingga menjadi suatu kain ingin dibagikan kepada masyarakat sehingga mereka dapat mengetahui makna dan pengalaman tersendiri dalam proses pembuatan kain tenun. Bekerja sama dengan Lawe Indonesia sebagai suatu community social enterprise yang mentransformasikan produk kerajinan tradisonal menjadi produk fungsional dari kain tenun, DOM dan Juga Panglima Agency terinsprasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan nilai dari sebuah kain tenun dalam event tersebut.
Mengkombinasikan dua tema yaitu Satu Cerita Untuk Tenun dan Merajut Cinta Dengan Selembar Perca. Tema Satu Cerita Untuk Tenun merupakan campaign yang mengajak semua orang untuk memiliki pengalaman dan cerita tenun yang diimplementasikan dalam produk Bag’s and Pouch Kota Gede Series. Melalui word of mouth, satu cerita dari seseorang dapat menyebar ke orang lain sehingga memberikan motivasi orang lain untuk tertarik membuat cerita dengan tenun. Sedangkan tema Merajut Cinta Dengan Selembar Perca menyampaikan bahwa berawal dari tenun kita dapat membantu sesama dan mempererat cinta kasih sesama umat manusia. Merajut Cinta Dengan Selembar Perca merupakan campaign yang diusung untuk membantu teman-teman komunitas Save Street Child Jogja melalui gelang yang berbahan dasar kain perca dari Lawe Indonesia dan dibuat oleh teman-teman volunteer pada workshop yang diadakan pada tanggal 29 April 2018 yang lalu. Komunitas tersebut merupakan kumpulan dari orang-orang yang peduli terhadap masalah anak jalanan yang fokus pada peningkatan perekonomian dan advokasi. Event ini memberikan kesan penggunaan bahan baku dari sisa kain menjadi sebuah barang yang bisa berguna bagi orang yang membutuhkan.
Dalam event Tenun Bercerita ini, para pengunjung disajikan pameran produk-produk tenun Bag’s and Pouch Kota Gede Series dari Lawe Indonesia, yang diperagakan oleh model dalam suatu catwalk, terdapat juga photo story yang memamerkan foto-foto aktivitas pembuatan kain tenun. Pengunjung juga dibekali pemandu yang menjelaskan setiap booth yang terdapat dalam event tersebut. Selain itu, terdapat booth pewarnaan dimana pengunjung diajak untuk mencoba salah satu proses dalam pembuatan kain tenun yaitu proses pewarnaan. Rangkaian acara juga diisi dengan booth pameran gelang hasil karya volunteer dan juga produk Zero Waste Lawe. Ruang pameran juga diisi dengan barang dari kegiatan ekonomi kreatif dari komunitas Save Street Child Yogyakarta. Selain itu juga terdapat beberapa cara hiburan lainnya seperti Contemporer Dance, Accoustic Perfomance, dan tarian daerah dari beberapa anak Save Street Child Yogyakarta.
Kegiatan berjalan dengan meriah dan harmonis dari pukul 16.00 hingga pukul 20.00. Event ini juga dikunjungi oleh perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Mereka mengikuti acara tersebut dari awal hingga akhir. Pada kesempatan yang ada, keduanya saling berbincang-bincang dan kagum dengan kisah kain tenun yang disajikan. Mereka juga berbincang-bincang dengan komunitas Save Street Yogyakarta karena kagum melihat karya anak-anak jalanan dengan membuat program ekonomi kreatif seperti pembuatan goodie bag dan kaos yang mereka jual untuk menambah pemasukan mereka. Para tokoh tersebut berharap masyarakat dapat memahami dan terus menghargai hasil karya bangsa yang dibuat oleh tangan sendiri.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami makna dari suatu kain tenun. Masyarakat juga mulai dapat menghargai suatu kain tenun dengan proses panjang yang ada di dalamnya. Cerita-cerita mengenai perjuangan pembuatan kain tenun diharapkan mampu dibagikan antar orang ke orang lainnya sehingga mereka dapat lebih bangga kepada kain tenun Indonesia. Kegiatan ini juga diharapkan mampu untuk membantu sesama sehingga mempererat cinta kasih antar sesama manusia.

Yogyakarta, 27 Mei 2018 – Baru saja berlangsung sebuah acara talkshow



bertajuk Fun(d)tastic Weave : Let’s Dive Into The Weave, di Ekologi Desk & Coffee, Yogyakarta, Indonesia. Acara ini diadakan sebuah agensi komunikasi bernama 1Bite Agency, yang bekerja sama dengan Lawe Indonesia, sebuah komunitas yang bergerak di bidang sosial pelestarian tenun di Indonesia. Acara ini dihadiri oleh para tamu undangan, peserta yang berasal dari kalangan anak muda khususnya mahasiswa, serta Founder Lawe Indonesia, Adinindiyah dan Dimas Diajeng Sleman sebagai pembicara dalam Talkshow Fun(d)tastic Weave : Let’s Dive Into The Weave.
Acara ini merupakan implementasi dari salah satu program LAWE Indonesia, yaitu Weaving For Life. Secara singkat, program ini diadakan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan para penenun di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur melalui pembelian produk tenun dan pemberian donasi. Oleh karena itu melalui Fun(d)tastic Weave : Let’s Dive Into The Weave, 1Bite Agency bersama Lawe Indonesia mengajak kalangan anak muda Yogyakarta agar dapat mencintai tenun dengan memberikan donasi dan membeli produk pada pameran tenun yang ada dalam acara ini.
Semua hasil penjualan barang dan donasi yang telah didapatkan akan diberikan kembali kepada para penenun di Nusa Tenggara Timur sebagai bentuk dukungan atas kerja keras mereka untuk mempertahankan eksistensi kain tenun di Indonesia.
Menurut Adinindiyah, acara seperti sangat dibutuhkan bagi kalangan anak muda Yogyakarta sebagai langkah awal untuk membentuk kesadaran anak muda untuk mulai mencintai tenun demi menjaga eksistensi kain tenun di Indonesia. Pernyataan ini didukung oleh Dimas Diajeng Sleman yang menyatakan bahwa kain tenun merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang harus terus dijaga dengan terus aktif dalam mendukung kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kebudayaan Indonesia, salah satunya adalah Jogja International Heritage Walk.
Diharapkan dengan adanya Fun(d)tastic Weave : Let’s Dive Into The Weave ini dapat
menigkatkan pengetahuan dan kesadaran anak muda untuk saling bahu-membahu meningkatkan
kesejahteraan penenun di Indonesia dan terus mempertahankan esksistensi tenun di Indonesia.
Oleh : 1Bite Agency
Asal : Universitas Atma Jaya Yogyakarta
]]>
Seminar yang diselenggarakan oleh UKM Taekwondo Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) ini diadakan di Auditorium Gedung Thomas Aquinas Kampus II UAJY, dan seminar ini merupakan pertama di Indonesia yang memiliki konsep terbuka untuk umum seperti ini. Biasanya, ajang seperti ini hanya diperuntukkan oleh kalangan tertentu saja. Pada kesempatan kali ini, UAJY ingin sekali memberikan kontribusi dalam dunia olahraga khusus nya taekwondo karena taekwondo ini dianggap potensial dan UAJY ingin mewadahi orang-orang yang ingin mendalami taekwondo secara lebih serius.
Acara ini diawali dengan presscon yang dihadiri oleh berbagai macam media, lalu dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Grand Master Ik Pil Kang dengan praktik langsung yang ditirukan oleh para peserta atau biasa disebut taekwondoin. Para taekwondoin ini berjumlah kurang lebih 70 orang yang berasal dari berbagai macam daerah di Indonesia seperti Pontianak, Makassar, Medan, Aceh, Jawa, dan lain-lain.
Grand Master Ik Pil Kang saat memberikan materi (doc. HUMAS UAJY)
Dalam seminarkali ini diberikan teknik dasar seperti gerakan maju ke depan, memukul, memutar, tendangan, dan cara mengatur kekuatan yang baik. Seluruh hal ini penting untuk diperhatikan karena ”belajar Poomsae akan lebih baik apabila dipelajari secara detail”. Ujar Grand Master Ik Pil Kang.
Selain itu, beliau juga berkata bahwa ada tiga hal yang diperlukan untuk menjadi seseorang yang ahli, yaitu ada guru yang baik, tekad yang kuat, dan kemauan untuk mencoba. – NPM
]]>Pada tahun ke-3 ini juga, Atma Jaya Radio untuk ketiga kalinya ikut meramaikan acara comminfest dengan diadakannya Radio Announcer Competition atau disingkat RAC dengan tema Gen Y : Ayo Bangkit. Maksud dari tema tersebut adalah generasi muda atau gen Y terutama mahasiswa diharapkan dapat berekspresi dan berkarya lewat radio agar tidak hanya menjadi generasi muda yang mengkritik tanpa memiliki dasar, tetapi lewat karyanya bisa menjadi generasi yang membantu pemerintah memecahkan permasalahan di negeri ini.
Pendaftaran Radio Announcer Competition 2016 sudah dibuka sejak 14 Maret 2016 dan berakhir pada tanggal 30 April 2016. RAC 2016 memiliki dua babak kompetisi, yaitu babak penyisihan dan babak final. Babak penyisihan merupakan tahap awal dari rangkaian acara Radio Announcer Competition 2016. Tim peserta terdiri dari mahasiswa aktif S1 dan Peserta mengirimkan script dan rekaman suara siaran dengan durasi 5 menit berisi opening, isi, dan closing saat siaran dan dikirimkan melalui email RAC 2016. Kemudian hasil karya yang telah terkumpul dengan jumlah total 30 hasil karya yang berarti terdapat 30 peserta, masuk ke tahap penjurian yang telah dilaksanakan pada tanggal 24 April dan 2 Mei 2016. Dari 30 peserta telah diseleksi menjadi 20 finalis. Seluruh finalis akan diundang untuk mengikuti babak selanjutnya di Yogyakarta pada tanggal 13-14 Mei 2016.
Sebelum memasuki tahap babak final, Hari Jumat 13 Mei 2016 RAC juga mengadakan workshop yang dibuka untuk umum dan tentunya wajib diikuti oleh 20 finalis. Workshop tersebut diadakan di lantai 4 Auditorium FISIP UAJY dengan bertemakan “How To Be A Good Radio Annoucer?” dan diikuti oleh 30 peserta. Acara tersebut berlangsung dari pukul 10.00-14.00 WIB dengan pembicara Jeje penyiar radio Prambors Jakarta dan Lusy Laksita manajer sekaligus penyiar dari Ardia FM. Selain dari pembicara yang aktif memberikan berbagai pengalaman dan tips maupun trik untuk menjadi penyiar yang handal, para peserta pun sangat antusias untuk menanyakan berbagai hal mengenai bagaimana menjadi penyiar yang unik dan khas. Setelah acara workshop berakhir, kemudian 20 peserta mendapat briefing untuk persiapan babak final esok hari.
Hari yang ditunggu pun akhirnya tiba, tanggal 14 Mei 2016 berlangsung tahap final yang diadakan di lantai 3 Ruang Seminar FISIP UAJY. Pada tahap ini, 20 finalis berkesempatan untuk membuat script siaran radio yang akan mereka bawakan sesuai dengan topik baru yang didapatkan melalui pengundian setelah acara workshop sebelumnya. Satu per satu peserta pun masuk untuk dinilai oleh ketiga juri, yaitu Jeje (penyiar Prambors Radio), Lusy Laksita (manajer sekaligus penyiar Ardia FM), dan Josep J. Darmawan (dosen kajian media FISIP UAJY). Tahap final tersebut terdiri dari 2 babak, yaitu tahap individual yang berarti penilaian terhadap individu saat siaran dan tahap tandem yang merupakan siaran saling berpasang-pasangan yang kemudian menjadi penilaian tambahan untuk setiap individu. Setelah babak final berakhir, kemudian para finalis diundang untuk hadir dalam Awarding Night yang merupakan puncak acara dari comminfest 2016 dan merupakan pengumuman kepada para pemenang yang akan meraih juara I,II, dan III.
Keseruan Final Radio Announcer Competition (RAC) – (dok. AJR)
Awarding Night Comminfest diadakan di Auditorium Kampus II UAJY. Pada tiap tahunnya, acara puncak diisi dengan tradisi Comminfest yaitu flashmob, acara tari-tarian dari beberapa ukm yang ada di UAJY dan penampilan dari band FISIP yang merupakan wujud terimakasih dari panitia untuk para peserta comminfest 2016 yang telah mengikuti serangkaian acara, sehingga acara tersebut dapat berjalan dengan lancar. Acara yang ditunggu-tunggu seluruh peserta mata lomba pun tiba, khususnya bagi peserta RAC 2016, yaitu pengumuman juara. Pemenang Radio Announcer Competition akhirnya jatuh kepada 3 peserta lomba dengan nilai tertinggi, yaitu Juara I Rahmania Santoso (Universitas Muhammadiyah Malang), Juara II Christy Priskila (Universitas Atma Jaya Yogyakarta), Juara III Yola Yusticia (Universitas Gadjah Mada). Rasa bahagia ternyata tidak hanya dimiliki oleh ketiga pemenang, namun juga seluruh peserta RAC 2016 dan juga seluruh panitia RAC 2016. Itulah yang menjadi inti dari sebuah perlombaan, bukan persoalan kalah atau menang, tapi bagaimana kita menyikapi kemenangan atau kekalahan itu. – BG
]]>Acara ini merupakan program kerja dari biro humas yang bekerja sama dengan para mahasiswa teknik sipil angkatan 2015. Dalam Viciurity ini terdapat serangkaian acara, seperti fun walk, food fest, lomba fotografi, donor darah, dan lomba maket bertemakan konstruksi seperti jembatan, struktur, rangka atap, fondasi yang diikuti oleh para mahasiswa teknik sipil angkatan 2015.
Maket-Maket yang Dilombakan (dok. AJR)
Masyarakat menyambut acara ini dengan antusias yang tinggi. Hal ini dibuktikan dengan pada jam 6 pagi sekitar 350 orang berkumpul bersama di pelataran Student Park untuk menjalani acara pertama, yakni fun walk. Acara ini bukan acara sembarangan, karena dalam acara ini para peserta diwajibkan untuk memungut sampah di rute perjalanan sepanjang kurang lebih 3,5 km dan barangsiapa yang berhasil mengumpulkan sampah terbanyak, dia yang menjadi juara. Perlombaan ini dimenangkan oleh Wawan dengan jumlah 5 kg sampah. Fun Walk ini di berlangsung secara meriah dan di akhir acara, para peserta dihibur oleh penampilan dari DJ.
Setelah itu ,acara dilanjutkan dengan donor darah. Donor darah ini diikuti oleh 30 orang peserta dengan biaya pendaftaran Rp30.000,00. Seusai donor darah, para pengunjung dihibur dengan performa dari 10 band penampil yang memiliki genre berbeda-beda, kemudian juga ada dance dari Fortuna Fisip.
Yaya Anggara selaku ketua panitia dari acara ini mengungkapkan bahwa acara ini tidak bisa berjalan dengan baik tanpa adanya kerjasama tim yang baik, karena di dalamnya terdapat kesulitan. “Yang paling sulit dalam menyiapkan acara ini itu ngurus perijinannya ke polisi sama ngatur rute nya. Tapi untungnya hari ini semua lancar” tuturnya.
Zarens Alfredo selaku biro humas Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Atma Jaya Yogyakarta berharap bahwa tahun depan acara ini bisa lebih baik lagi. “Semoga tahun depan ada peningkatan daripada tahun ini. Entah dari maketnya, dari segi konsep acaranya, pokoknya pegemasan acaranya harus beda sehingga ada ciri khas nya“. NPM
]]>Kedua atlet saling menyerang dan mempertahankan diri untuk memperoleh kemenangan, Senin, 14 September 2015 Auditorium Kampus 1 Gedung Thomas Aquinas Universitas Atma Jaya Yogyakarta
“saya belajar silat sudah 3 tahun, dan saya suka karena indonesia banget” ujar lili, atlet pencak silat dari kalimantan sambil tersenyum ramah. UKM Merpati Putih Atma Jaya Yogyakarta sendiri saat ini telah menghasilkan banyak atlet pencak silat yang telah diperhitungkan di Indonesia. Dengan anggota tetap yang berjumlah 30 orang, UKM Merpati Putih Atma Jaya Yogyakarta saat ini masih membuka kesempatan bagi civitas akademika UAJY untuk bergabung dan turut melestarikan budaya lokal. (LHW)
]]>“Seminar pada hari pertama diisi oleh Agate, yang menjelaskan cara membuat game yang baik dan menarik. Kemudian, seminar dari Toko Pedia yang menerangkan dan mengajarkan cara berbisnis melalui media online, khususnya website”, tutur Agung, ketua panitia acara IFEST #2 2014.
Tidak hanya diisi dengan seminar. IFEST juga dimeriahkan dengan bazaar makanan, Pameran IT Expo, Dota 2 Competition, Workshop Linux, Programing in Contest, dan kemudian ditutup dengan I2C Award.
I2C Award adalah kompetisi berupa penyampaian ide kreatif mahasiswa Informatika Atma Jaya melalui video. Video yang terkumpul dalam kompetisi ini berasal dari tujuh belas kelompok. Setelah melalui serangkaian evaluasi, seleksi, dan penilaian, terpilih lima video terbaik. Kelima video dari lima kelompok inilah yang bersaing memperebutkan juara pertama melalui presentasi.
Hasil seleksi dan penilaian dari para juri, ditetapkan tiga juara utama dan satu juara favorit. Juara pertama diraih oleh Xwazi (Muhammad Yogie, Palatino, Theodorus B. C. W, dan Guntur Bumi). Juara kedua diisi oleh Proelior (Debora, Deo, dan Andre Ian). Juara ketiga, Fitin (Kristin Dewira, Agustina Indah, dan I made Finsa Bayu). Sedangkan juara favorit dimenangkan oleh F5 (I Nyoman Andi, I Wayan Okariyadi, dan Pangestu Kurniawan).
Agung mengatakan, bahwa tujuan diselenggarakannya I2C Award adalah untuk mewadahi ide-ide kreatif dan inovatif para mahasiswa Informatika, Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Melalui 12C, segenap panitia berharap kompetisi ini tidak hanya digunakan sebagai ajang pertempuran ide kreatif. Akan tetapi, berbagai ide tersebut diharapkan mampu terealisasikan dengan baik di kehidupan nyata.
Tidak hanya mengumumkan para juara dari kompetisi I2C, dalam acara ini juga diumumkan pemenang Dota 2 Competition. Juara pertama diraih oleh The Prime, juara kedua diraih oleh Nitro GN, dan juara ketiga ditempati oleh ELS.
Terselenggaranya IFEST 2014 bertujuan untuk memotivasi mahasiswa Atma Jaya dan khalayak luar agar lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan karya-karya di bidang informatika. Khususnya yang berhubungan dengan membuat program komputer dan juga game yang kreatif dan inovatif.
Acara tahunan Informatika ini, mendapat antusias yang baik dari para peserta dan pengunjung. Setiap harinya, terdapat lebih dari 200 pengunjung yang meramaikan berbagai rangkaian kegiatan IFEST. (ND: NN)
]]>Fistfest 2013 bekerja sama dengan Kineklub sukses menggelar pemutaran film Movie Monday pada Senin malam kemarin (29/04/2013) bertempat di Kantor Lembaga Indonesia Perancis Yogyakarta. Dalam dua sesi pemutaran film tersebut, Movie Monday berhasil memperoleh antusiasme positif dari pengunjung yang hadir pada malam itu.
“Pengunjung Movie Monday ada dari berbagai lintas usia disini, ada teman-teman dari universitas lain dan ada juga pengamat film yang hadir malam ini. Intinya antusiasme pengunjung cukup besar untuk Movie Monday”, ujar Aji Bhatara Allorerung, Ketua Fisip Twisted Festival 2013.
Sebagai rangkaian pertama dari empat rangkaian perhelatan Fistfest 2013, Movie Monday memutarkan 4 film indie hasil karya anak bangsa, diantaranya film dari Raphael Wregas Bhanuteja yaitu Anoman dan Senyawa, juga film dari Yandy Laurens dengan judul Badminton dan Wan An.
Tidak hanya itu, setelah pemutaran film-film indie tersebut, diadakan pula diskusi dengan Yandy Laurens selaku film maker dari film Badminton dan Wan An. Dalam diskusi tersebut, sutradara muda yang menempuh pendidikan selama 4 tahun di Institut Kesenian Jakarta itu, memberikan dorongan positif kepada para film maker muda, untuk tidak ragu mengirimkan karyanya ke ajang festival film, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Festival itu tempat pembelajaran yang paling baik. Kalau film kita tidak lolos, kita bisa belajar, kira-kira apa yang membuat film kita gagal, dan kalau film kita lolos seleksi, kita bisa lihat ekspresi dari orang-orang yang menonton film kita, orang-orang yang tidak kita kenal. Jadi, festival itu sangat penting diikuti oleh para film maker” kata Yandy Laurens, sutradara film Wan An dan Badminton.
Pemutaran film yang turut dihadiri oleh Dekan Fisip UAJY Dr. Lukas S. Ispandriarno, MA. dan Wakil Dekan III Bonaventura Satya Bharata, SIP., M.Si. ini, memutarkan film-film indie yang bertemakan Semangat Muda agar dapat menumbuhkan dan memacu semangat kaum muda khususnya dikalangan mahasiswa.
“Movie Monday diharapkan dapat menjadi tonggak bagi kaum muda untuk terus berkarya dan terus memiliki semangat yang berapi-api, tidak hanya dalam film, tapi juga didalam akademis dan berbagai aspek kehidupan yang lainnya” ujar Robertus Belaminus Prasetya Nandi Wardana selaku koordinator pemutaran film Movie Monday untuk Fistfest 2013.
Tidak hanya menyuguhkan pemutaran film-film indie, Movie Monday juga menampilkan gelar karya berbagai foto dari FJK (Fotografi Jurnalistik Klub). Dalam gelar karya tersebut, pengunjung dapat menikmati 20 foto yang juga bertemakan Semangat Muda.
Fistfest 2013 bekerja sama dengan Kineklubsukses menggelar pemutaran film Movie Monday pada Senin malam kemarin (29/04/2013) bertempat di Kantor Lembaga Indonesia Perancis Yogyakarta. Dalam dua sesi pemutaran film tersebut, Movie Monday berhasil memperoleh antusiasme positif dari pengunjung yang hadir pada malam itu.
“Pengunjung Movie Monday ada dari berbagai lintas usia disini, ada teman-teman dari universitas lain dan ada juga pengamat film yang hadir malam ini. Intinya antusiasme pengunjung cukup besar untuk Movie Monday”, ujar Aji Bhatara Allorerung, Ketua Fisip Twisted Festival 2013.
Sebagai rangkaian pertama dari empat rangkaian perhelatan Fistfest 2013, Movie Monday memutarkan 4 film indie hasil karya anak bangsa, diantaranya film dari Raphael Wregas Bhanuteja yaitu Anoman dan Senyawa, juga film dari Yandy Laurens dengan judul Badminton dan Wan An.
Tidak hanya itu, setelah pemutaran film-film indie tersebut, diadakan pula diskusi dengan Yandy Laurens selaku film maker dari film Badminton dan Wan An. Dalam diskusi tersebut, sutradara muda yang menempuh pendidikan selama 4 tahun di Institut Kesenian Jakarta itu, memberikan dorongan positif kepada para film maker muda, untuk tidak ragu mengirimkan karyanya ke ajang festival film, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Festival itu tempat pembelajaran yang paling baik. Kalau film kita tidak lolos, kita bisa belajar, kira-kira apa yang membuat film kita gagal, dan kalau film kita lolos seleksi, kita bisa lihat ekspresi dari orang-orang yang menonton film kita, orang-orang yang tidak kita kenal. Jadi, festival itu sangat penting diikuti oleh para film maker” kata Yandy Laurens, sutradara film Wan An dan Badminton.
Pemutaran film yang turut dihadiri oleh Dekan Fisip UAJY Dr. Lukas S. Ispandriarno, MA. dan Wakil Dekan III Bonaventura Satya Bharata, SIP., M.Si. ini, memutarkan film-film indie yang bertemakan Semangat Muda agar dapat menumbuhkan dan memacu semangat kaum muda khususnya dikalangan mahasiswa.
“Movie Monday diharapkan dapat menjadi tonggak bagi kaum muda untuk terus berkarya dan terus memiliki semangat yang berapi-api, tidak hanya dalam film, tapi juga didalam akademis dan berbagai aspek kehidupan yang lainnya” ujar Robertus Belaminus Prasetya Nandi Wardana selaku koordinator pemutaran film Movie Monday untuk Fistfest 2013.
Tidak hanya menyuguhkan pemutaran film-film indie, Movie Monday juga menampilkan gelar karya berbagai foto dari FJK (Fotografi Jurnalistik Klub). Dalam gelar karya tersebut, pengunjung dapat menikmati 20 foto yang juga bertemakan Semangat Muda.
]]>Bertempat di ruang auditorium gedung Thomas Aquinas Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Gathering Night yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 23 Maret 2012 oleh HMPSA ini dimeriahkan dengan tarian tradisional, pemutaran film, gala dinner, penampilan PSM UAJY dan band HMPSA.
Malam puncak Accounting Week 2013 turut mengundang Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X yang diwakili oleh Mulyati Yunipratiwi, M.Si dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Yogyakarta, Wakil Bupati Sleman Yogyakarta, delegasi kampus, dosen undangan, Rektor UAJY, Dekan dan Wakil Dekan fakultas Ekonomi UAJY.
Rektor UAJY, Dr. R Maryatmo, M.A. yang hadir dalam Gathering Night mengucapkan rasa terima kasihnya kepada HMPSA yang telah menyelenggarakan Accounting Week 2013. Dalam sambutannya, rektor juga mengatakan bahwa campur tangan dari Pemda Sleman sangat mendukung adanya human investment atau pembentukan karakter generasi penerus bangsa.
Dalam rangkaian acara Gathering night, juga diumumkan pemenang dari KMA (Konferensi Mahasiswa Akuntasi), Atma Jaya Accounting Competition, dan kompetisi pembuatan paper, ASAC (Atma Jaya Supreme Accounting Competition) yang merupakan program kerja baru dari Accounting Week 2013. Universitas Atma Jaya Yogyakarta berhasil meraih gelar juara 1 KMA dengan perolehan skor sebesar 243,5. Juara 2 diraih oleh Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dan juara 3 diduduki oleh Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta. Untuk pemenang Atma Jaya Accounting Competition yang dibacakan oleh Dr. I Putu selaku dosen Akuntansi UAJY, juara 1 diraih oleh Universitas Widya Mandala Surabaya dari Tim 7 dan mendapatkan tropi penghargaan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Juara ke-2 juga diraih oleh Universitas Widya Mandala Surabaya dari Tim 8 yang memenangkan tropi penghargaan Bupati Sleman Yogyakarta. Sedangkan gelar juara ke-3 disandang oleh Universitas Airlangga Surabaya yang mendapatkan tropi penghargaan dari Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Dalam Gathering Night ini juga diumumkan pemenang ASAC, yaitu dari Universitas Ahmad Dahlan 2.
Selain mengumumkan pemenang dari berbagai kompetisi, malam puncak Accounting Week 2013 ini, juga secara resmi menutup dua kompetisi dari Accounting Week 2013 yaitu KMA dan ASAC. Penutupan kedua kompetisi tersebut ditandai dengan pembacaan sambutan Sri Sultan Hamengkubuwono X yang dibacakan oleh Mulyati Yunipratiwi, M.Si dari dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Yogyakarta. Dalam sambutan tersebut Gubernur DIY sangat mengapresiasi atas terselenggaranya serangkaian acara Accounting Week 2013 yang sangat menginspirasi pemuda pemudi Indonesia. Tidak hanya itu, Gubernur DIY juga mengaharapkan mahasiswa Akuntansi diseluruh Indonesia untuk mengembangkan kualitas akuntan mereka agar dapat bersaing di pasar akuntan bebas.
Gathering night malam itu dilanjutkan dengan pemberian cinderamata kepada tamu undangan dan pihak yang telah membantu terselenggaranya Accounting Week 2013. Pemutaran film oleh panitia yang menggambarkan berbagai rangkaian Accounting Week 2013 menjadi suguhan menarik untuk melengkapi meriahnya acara tersebut. Gathering Night pun ditutup dengan pesta paper boom.
]]>